Selasa, 22 maret 2016 Universitas Gunadarma mengadakan Seminar berjudul Kredibilitas Media Online di Era Digital. Seminar di mulai pukul 09:00 - 12:00, bertempat di Kampus D Gedung 4 lantai 6 Universitas Gunadarma.
Saat saya dan teman-temna lainnya datang langsung mengisi tanda tangan setelah itu di berikan buku tentang Seminar tersebut.
Seminar ini di hadiri oleh;
Prof.Dr. Didin Mukodim, Drs, MM (Wakil Rektor IV Universitas Gunadarma)
Ir. Kiayati Yusriyah MM., M.I.Kom (Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma)
Dr. Pitoyo M.I.Kom (Pemimpin Tribun Jabar)
Jimmy Silalahi (Anggota Dewan Pers)
Dr. Edy Prihantoro (Dosen Komunikasi Universitas Gunadarma)
Moderator: Wahyuni Choiriyati S.Sos., M.Si (Dosen Komunikasi Universitas Gunadarma)
Pembukaan sekaligus Sambutan dari Ibu Kiayati
Sambutan serta pengucapan selamat datang oleh Prof.Dr. Didin Mukodim, Drs, MM selaku Wakil Rektor IV Universitas Gunadarma.
Saat ketiga Narasumber dan Moderator berkumpul diatas Stage untuk memulai Pembicaraan tentang Tema seminar.
Dalam
seminar ini Dr. Pitoyo selaku Pemimpin Tribun Jabar dengan pembahasannya "MEDIA MASSA DICENGKRAM PROPAGANDA KAPITALIS" menjelaskan pada mulanya masyarakat menganggap Ideologi menjadi ancaman bagi mereka. Seperti Ideologi Komunis bahwa semua kepentingan berita milik negara dan Ideologi Kapitalis kepentingan milik pribadi yang berkuasa, serta ia menambahkan bahwa media melihat bagaimana masyarakat melihat berita.
Kedua ia juga membahas tentang kecepatan
dalam mengirim berita ke media online tanpa melihat sisi edukatifnya, “kecepatan
seolah-olah menjadi ruh di media online” perjelasnya saat mengawali pembicaraan
seminar. Dr. Pitoyo sudah berpengalaman dalam beberapa perusahaan media online
yang ia pernah bekerja disana. Ia juga mengatakan awal mula internet datang
hanya beralasan kepentingan Amerika sedangkan web adalah revolusi media massa
menjadi online. “Media massa online hadir mengancam kantor berita karna dengan
adanya online semua dapat diakses secara instan dan cepat” tambahnya saat memberitahu
bahwa pengguna internet pada tahun 2015 mencapai angka 88,1 juta dari 252,5
juta jiwa dari data BPS.
Ia
juga ber-opini bahwa media cetak sekarang kurang di lirik oleh masyarakat
terutama masyarakat yang sibuk dalam pekerjaannya, contohnya media cetak
sekarang paling rendah di Jawa, di Bandung masyarakat hanya membaca media cetak
dalam waktu 24 menit, Jakarta 30 menit dan Sumatra 34 menit. Menurut pengalamannya
juga ia memberitahu bahwa kecepatan dalam media online terjadi karna 1 wartawan
menulis 7 berita dalam 12 jam, oleh karena itu kredibilitas kurang diperhatikan
dalam menulis dan menyampaikan berita kepada masyarakat. Dr. Pitoyo juga
menjelaskan bahwa kredibilitas diukur dengan sejauh mana pengguna menggunakan
kontrol.

Dr. Pitoyo saat sedang mengawali pembicaraan
seminar.
Melanjutkan pembicaraan seminar, Dr. Edy
Prihantoro selaku Dosen dari Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma membawakan
tema ‘Media Massa, Antara Kepentingan dan Kredibilitas’. Ia mengatakan bahwa
30% masyarakat Indonesia pengguna Internet. Perkembangan Teknologi Informasi
dan Komunikasi(TIK) pada hakekatnya ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat
dalam berbagai manfaat di banyak bidang hanya dengan satu klik. Tetapi dengan
banyaknya kemudahan yang diberikan Internet timbul banyak berita dari berbagai
sumber yang faktanya masih belum jelas dan membuat masyarakat bingung dalam
menyeleksi isi berita. “berita dalam sehari bisa muncul 2-3 kali tergantung
kepentingan dan menariknya berita” tuturnya. Bahkan cukup 3 menit suatu
peristiwa bisa menjadi sebuah berita. “ 1fakta/peristiwa yang sama tapi saat
sudah menjadi berita berbeda-beda karena di setiap media massa online memiliki
kepentingan-kepentingan tersendiri” tambahnya.
Ia juga menjelaskan bahwa sebuah berita
yang disajikan bukanlah realitas yang sesungguhnya karna berita yang muncul
sudah melalui proses seleksi dan perubahan, hasilnya akan memperlihatkan
penekanan pada satu aspek tertentu, menyamarkan atau bahkan menghilangkan suatu
hal yang tidak dikehendaki media karena media memiliki kemampuan untuk
menciptakan citra suatu realitas.
Dr. Edy Prihantoro saat menjelaskan inti
pembicaraannya
Narasumber
terakhir adalah Anggota Dewan Pers yaitu Bapak Jimmy
Silalahi yang sangat berpengalaman karna sebelumnya ia pernah bekerja di
berbagai perusahaan media online yang cukup ternama di Indonesia. Membuka
pembicaraannya ia menekankan bahwa media sosial yang kita sering gunakan bukan
termasuk Pers karna Media Pers harus sesuai dengan UU No. 40 tahun 1999 tentang
Pers,Kode Etik Jurnalistik dan Perusahaan Pers. “Kalau yang kalian tau di media
sosial seperti facebook, instagram, path,
twitter bukan termasuk dalam Media
Pers melainkan diatur spesifik dalam UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE)”
perjelasnya.
Indikator Perusahaan Pers sesuai Pasal 15 ayat (1) UU No.40 tahun
1999 tentang Pers serta Standar Perusahaan Pers disarankan berbentuk PT karna
badan hukumnya jelas sedangkan CV tidak dianjurkan sebagai badan pelembagaan
bukan media. Ia juga menjelaskan Indikator Perusahaan Pers yang Profesional
antara lain: meningkatkan pada kesejahteraan jurnalis/karyawan, asal
penerbitannya jelas (masyarakat/non masyarakat), Tidak menggunakan nama media
yang mirip dengan nama lembaga negara/penegak hukum, Izin penyelenggaraan
penyiaran, dan pencantuman penanggung jawab media.
Dalam pekerjaannya ia mengaku tahun lalu sudah banyak kasus di
media sosial yang ia tangani sendiri dengan teamnya diantaranya seperti kasus
Prita yang mengkritik pelayanan rumah sakit. Oleh karena itu ia menyampaikan
bahwa berhati-hati dalam menggunakan media sosial, kita harus memilah dan
memilih media yang kita inginkan.
Pak Jimmy Silalahi saat menyapa peserta Seminar
Kesimpulan yang saya dapat dari ketiga Narasumber yang hadir saat seminar adalah bahwa Media Sosial yang kita gunakan bukanlah termasuk dalam Media Pers dan tidak diatur oleh UU Pers yang berlaku, Tetapi walaupun begitu tetap ada Peraturan Hukum di Media Sosial dalam menindaki Cyber Crime. Dan juga menurut pengalaman saya pribadi seringkali saya melihat berita di Media Massa Online yang Judulnya tidak sesuai dengan Isi berita yang ada, ternyata itu terjadi karna ada Persaingan Kecepatan di berbagai Media Massa Online yang mungkin bisa dipertanyakan Kredibilitasnya. Intinya pada seminar hari ini kita harus pintar dalam memilah dan memilih Berita serta Informasi yang ada pada Media Massa Online dan disini sangat diperlukan Literasi Media dalam Menyikapi suatu Informasi atau Berita untuk mengetahui kebenarannya.
Sesi pemberian cendramata kepada Bapak Jimmy Silalahi dan Dr. Pitoyo serta foto bersama
Sertifikat tanda mengikuti seminar